Bunga Papan, Happy Wedding, toko bunga, jual bunga online, bunga rangkaian, ucapan selamat menempuh hidup baru, papan ucapan selamat, florist

Rp 700.000

Beli

saco-indonesia.com, Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul telah menyakini bahwa Sekjen Partai Demokrat Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) tidak akan terseret pusaran dalam korupsi kasus Hambalang.

"Gimana dia bisa jadi tersangka, saksi saja tidk dipanggil (oleh KPK). Saya juga yakin Ibas tidak akan jadi tersangka. Kalau dia jadi tersangka, potong leher aku," kata Ruhut di Surabaya, Rabu (12/2/2014) kemarin .

Dia juga menjelaskan, kenapa KPK tidak memanggil Ibas karena memang belum ada urgensi hukum. Kalau memang ada urgensi dan kajian hukum dari KPK, tentunya partai Demokrat juga akan menerima.

Politisi yang akrab disapa Poltak itu menepis anggapan ada intervensi kepada KPK terkiat kasus Hambalang. Menurutnya, KPK adalah lembaga Independen yang bersifat ad hoc.

"Jangan KPK, lembaga hukum yang di bawah Presiden saja kita tidak boleh melakukan intervensi. Biarkan KPK yang bekerja," katanya.

Ruhut juga telah menyebut, sejak adanya KPK pada 2002 lalu tidak pernah ada tersangka Korupsi yang bebas murni. Ruhut juga telah yakin, Anas tidak akan bebas murni meski menggandeng pengacara kondang sekelas Adnan Buyung Nasution.

"Artinya KPK akan bekerja sungguh-sungguh tidak ada intervensi dari siapapun," tambahnya.

Terhadap kasus Hambalang, lanjut Ruhut, nama Ibas ini telah disebut-sebut dari kesaksian Yulianis. Dia juga merupakan orang kepercayaan Anas di perusahaan tersebut. Dalam pengakuanya, Yulianis telah menyebut ada orangnya Ibas.

"Nah, ini kan hukum bos. Rupanya ketika dikejar dia (Yulianis) cabut kesaksian itu, sekarang di mana keterlibatan Mas Ibas," ujarnya.


Editor : Dian Sukmawati

GIMANA IBAS JADI TERSANGKA, DIPANGGIL SAJA BELUM

Artikel lainnya »